kuarta malam penantian

Tuut….tuut…..tuut….
“Hallo” suara dari sebrang terdengar renyah
“hai” suara balasa dari arah sebaliknya
“selamat malam, tumben kau belum menyulam mimpi biasanya kau tak pernah angkat telfon dariku kalau sudah puku 22.00”. lalu tawa lesu terdengar dari sebrang
“aku tadinya tak ingin mengangkat telfon darimu, karena rasanya aku ingin tidur saja. Tapi ku pikir lagi tak ada salahnya berbincang sambil menikmati rasa ngantuk. haha”
“Bisa saja kau kalau bicara, oh ya kau tak keluar rumah dari tadi siang?” tanyaku
“hmm… tidak dari tadi siang cuaca mendung lalu tak lama kemudian hujan turun, memangnya kenapa?” suaranya mulai merendah.
“Tidak, aku hanya ingin bertanya saja, siapa tahu kau bermain air hujan di jalanan”
Lalu kami tertawa bersamaan.

Hujan mengguyur Bandung sedari tadi siang hingga aku menelefonnya, aku suka musim hujan dikota Bandung, begitu misterius karena kita tak sadar jika beberapa jejak-jejak yang tertinggal terhapus oleh hujan. Begitu misterius sehingga kita tak pernah tahu jika hujan sudah membuat suasana mencair, tak lagi penuh emosi, orang-orang sibuk mencari tempat teduh di sebuah halte bus, lalut tak sadar juga jika mereka di hadapkan dengan situasi yang sama, situasi menanti hujan reda, lalu tak sadar juga mereka memulai perkenalan dengan orang yang tak dikenal lewat korek api, membicarakan politik secara gamang, membicarakan tentang istri-istri mereka yang cemas menunggu mereka, menunggu tidak sabar untuk melepas jaketnya dan memeluk erat istri.

Hal yang paling indah yang tak pernah bisa dibeli dengan nominal berapapun, itulah misteriusnya hujang di kota Bandung. Bagian yang paling menarik adalah sehabis hujan, kabut tipis memagari pohon-pohon mahoni di sepanjang jalan cipaganti, lampu-lampu kabut dinyalakan, dan beberapa pejalan kaki memilah trotoar yang akan di injaknya, takut sepatunya basah, takut celanya basah, tapi mereka tak sadar jika kepala mereka sudah basah. Ketika sehabis hujan kau bisa merasakan udara yang segar mengitari kota, mengitari perumahan, mengitari tubuh kita, hingga kita enggan memalingkan diri untuk beraktifitas, yang kita ingin adalah menikmati dingin yang sudah lama tak kita temui di kota ini.

“disana masih hujan?”
“ya cukup lah untuk mengantarku kealam mimpi sana dengan damai”
“tak perlu hujan pun kau akan tidur pulas jika jarum jam melebihi angka 10”
“itu sehat lho, memangnya kau tak tahu ya, jika tidur kurang dari jam 12 malam akan membuat tubuh kita fit, dan mengurangi kerutan diwajah”
“kata siapa?”
“aku membacanya di blog lho”
“hah, omong kosong buktinya aku yang tidur selalu jam 1 selalu fit kok”
Dia tertawa kecut “kau ini memang bodoh, efek dari begadang itu banyak tahu, nih aku sebutkan yah ”
Aku memotongnya “iya aku percaya apayang dibicarakan olehmu”
“cerdas juga kau, harus dong percaya padaku”
“ya… tapi kau masih sulit mempercayaiku, iya kan?”
Beberapa saat taka da perbincangan, dan aku merasa bersalah ketika berusaha menyerangnya, tapi tak lama terdengar kembali suara yang pelan sekali
“bukanya aku tak percata, tapi tak adakan teori yang menyebutkan harus mempercayai orang”
“bermain-mainlah terus dengan buku-bukumu, yang kubutuhkan hanya rasa percaya darimu saja, agar aku tenang menghadapi hari-hari ketika jauh darimu”
“mmmhh… akan aku usahakan untuk mempercayaimu, sepakat?”
“terserah lah”

Aku cukup puas ketika dia mengatakan itu, setidaknya aku tak diliputi perasaan yang mengganjal. Tak tahan aku jika perasaan itu terus berada di antara jantung dan kepala, rasanya aku tak pernah tidur pulas,dan setiap kali malam menjelang subuh, aku selalu berfikir, apalagi yang harus kuperbuat agar dia percaya. Putus asa pernah menghinggapi ketika dia berkata tak enak padaku, dan kuputuskan untuk meregang hubungan. Tak semudah itu ternyata, kali ini aku bersungguh untuknya.

“hei, kau tak tahu cerita tentang awal hujan?”
“mmhh tak pernah tahu tuh, memangnya ada cerita tentang hujan?” suaranya kembali menurun, menandakan ketidak tahuannya
“kau mau dengar?”
“tak ada salahnya mendengarkan cerita sebelum tidur”
”begini, kau tahu suku maya?”
”ya, suku yang membuat piramida dengan korban manusia terbanyak, dengan alsan untuk kesuburan, kesejahteraan rakyat, raja menyruh pemburu hadiah untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya laki-laki, hanya untuk di bunuh dan dipersembahkan kepada dewa matahari, hingga si dewa matahari itu puas dengan persembahannya”
”memangnya kapan dewa matahari puas?” dia menjawab dengan pasti
”saat gerhana matahari, jadi jika gerhana matahri datang berarti dewa matahri sudah puas, itu baru untuk persembahan 1 piramida lho, belum lagi piramida berikutnya”
”iya-iya, jadi mau tidak dengar cerita tentang hujan?”
”mau-mau” menjawab dengan suara lemas
”begini menurut kepercayaan suku maya, bumi adalah anak dewa matahari, dan langit adalah pembantu dewa matahari, ”
”terus?”
”nah bumi dan langit saling mencitai, mereka sering memadu kasih di istana dewa, tapi tidak didalam istana, mereka sering bercinta di belakang istana, belakang istana dewa tak pernah ada seorangpun yang kesana, mereka berdua sering memandangi antariksa bersama”
”sebentar-sebentar mengapa merka harus bercinta di belakang istana?, mengapa tidak didalam istana?”
”begini, di negeri dewa, tak boleh anak seorang raja menikahi pembantu raja, atau pun anak-anak penasehat dewa, mereka mesti menikahi anak-anak dewa lagi, agar keturunannya tidak terkotori begitu”
”ooh mengerti-mengerti, lanjutkan ceritamu”
”baik, nah pada suatu saat, raja matahari mengetahui kisah cinta mereka dari seorang pesuruh kerajaan dewa yang tak sengaja melhat mereka saling berpelukan di belakang istana. Sang dewa matahari marah dia panggil bumi anaknya, dia menanyakan tentang kebenaran cerita itu, bumi dengan berani mengangguk, dia ceritakan tentang percintaanya, yang malah semakin membuat dewa matahari marah.”
”lalu?”
”lalu dewa matahari menyruh bumi meninggalkan langit, tapi bumi menggelengkan kepalanya, dia tak mau meninggalkan langit yang telah dicintainya”
”tunggu-tunggu, kok si langit gak ada ketika dewa matahari marah?”
”dengarkan dulu ceritanya donk, jangan main potong saja”
”iya-iya”
”sampai mana aku tadi bercerita? Aku lupa”
“sampai si bumi tak mau meninggalkan si langit”

“oh iya. Dewa semakin murka dia menyuruh penjaga menggusur langit kedepannya, di bawalah si langit, dewa matahari menanyakan hal yang sama pada langit, dan jawaban mereka sama, mereka takmau meninggalkan satu sama lain. Dewa matahari memberikan pilihan, satu jika kalian ingin tetap bersama kalian akan diusir dari kerajaan dan dikutuk, jika kalian ingin berpisah silahkan kalian menikmati seluruh isi dari istana ini, cinta mereka berdua sudah mendarah, sehingga mereka nekat untuk memiliih diusir, akhirnya mereka dikutuk, bumi menjadi bulatan, yang didalamnya berisi mahluk hidup yang bisa saling mencintai, raja masih bersikukuh untuk memisahkan mereka, yang akhrinya langit dipisahkan dari bumi, langit berada diatas bumi, menyaksikan kesedihan bumi yang menderita karena semua mahluk hidup didalam bumi saling mencintai, dan langit hanya bisa memandanginya tanpa bisa menyentuh bumi. Bumi dan langit tak berhenti sampai situ mereka mencari cara untuk menyampaikan rasa rindu mereka, yang akhrinya adalah awan dan hujan, jadi awan dan hujan adalah media mereka untuk saling berbicara, media mereka untuk mengobati rindu. Makanya ketika musim hujan tiba, bumi terasa tentram, karena mereka saling mengobati rindu. Makanya jika diantara kita ada yang rindu berharaplah hujan datang hehe..”
“sudah?”
“sudah”
“pendek sekali ceritanya, tapi bagus, kau dapat darimana cerita itu?”
“aku karang sendiri, lumayan untuk mengantarkan mu tidur”
“hahah… lebih baik kau menjadi pencerita anak kecil deh ”
“terserah apa katamu”
“boleh aku tidur?”
“silahkan, aku juga sudah terobati rasa rindunya, lagi pula jarum jam sudah menunjukan pukul 23.00, sudah lewat dari jam tidur mu”
“haha. Ya sudah aku tidur duluan”
“aku rindu kamu”
“apa?”

Aku segera menutup teflón, aku berharap dia mengirimkan sms yang berisi dia juga sama denganku, tapi estela ku tunggu satu jam tak ada pesan yang masuk.

Aku tidur. Pagi-pagi di cursi kayu aku menikmati mendung dengan secangkir kopi dan rokok satu batang, telfonku bergetar, aku buka ternyata ada sms yang baru. Aku buka ternyata sms dari dia isinya tentang seputar kabarku di pagi hari, lalu jangan lupa mandi, jangan lupa berolah raga, dan yang mengejutkan yang terakhir, ada kata terselip“ aku juga”, aku sempat berfikir apa artinya kata itu, lalu aku ingat-ingat lagi itu adalah jawaban dari obrolan semalam. Dasar wanita selalu menyembunyikan perasaanya.

Ada satu teori dalam pergaulan, yakni, untuk mendekati seseorang atau sekelompok orang, dekatilah ia dengan sesuatu yang dekat dihati atau kehidupan mereka.

Ini aneh, tapi meski aku tidak tahu apa-apa tentang lensa ini, atau bagaimana lensa ini bias berada di mataku, aku merasa jawabannya ada di suatu tempat didalam otakku. Tersembunyi dalam keremangan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.