“Tapi, setiap orang kan, istimewa. Aku pernah baca itu di majalah.”
“Kalau setiap orang istimewa, mengapa banyak yang mengalami kegagalan dalam hidup ini?”
“Iya, ya, kenapa bisa begitu?” Vonnie bertanya.
“Itu berarti, keistimewaan itu tidak datang sendiri. Bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir.”
“Menurutmu begitu?”
“Kau percaya?” Julian balik bertanya, “bahwa dirimu istimewa?”
24 October 2009 at 2:19 AM (Percakapan Anak)
24 October 2009 at 2:15 AM (Percakapan Anak)
“Menurutmu, aku pasti akan lolos?” Vonnie bertanya lagi.
“Tentu saja. Menurutmu siapa gatis paling cantik di Global University?”
“Gadis paling cantik d GU?” Vonnie berfikir.
Julian tertawa kecil, “Tentu saja kau, Vonnie! Itu bukanlah hal yang perlu dipikirkan lama-lama.”
“Ah, kau ini!” Vonnie gemas. “Dari tadi tak henti-henti memujiku, aku tidak setinggi itu”
“Bahkan lebih tinggi dari itu.” Julian memandang Vonnie. “Kau seperti titisan Cathrine Zeta Zones.”
“Juliaann..!” Vonnie memukul-mukul Julian.
24 October 2009 at 2:10 AM (Percakapan Anak)
“Ah, kau terlalu memuji.” Vonnie masih tersipu.
“Aku?” Julian mengangkat alisnya, kembali memandang Vonnie.
“Terlalu memuji?! Ah, kau saja yang terlalu berendah hati. Coba kau tanya pada pak Hariguna atau Angelie! Mereka pasti akan mengatakan hal yang sama”
“Juliaaaannn!” Vonnie berteriak manja.